Coba Dulu, Terbit Buku Kemudian

Resume Keempat 

Materi                   : Pengalaman Menulis dan Menerbitkan Buku

Narasumber          : Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd.

Moderator             : Ibu Kanjeng

Penulis Resume    :  Endartiningtyas Sulistiyo, S.Pd.

Berawal dari Rakornas

Pengalaman Menulis dan Menerbitkan Buku Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd. berawal dari tugas yang diberikan oleh PGRI untuk mengikuti Rakornas Virtual. Di kegiatan itu, Bapak kelahiran Tana Toraja , 16 Juli 1984 ini mengenal Om Jay, guru blogger hebat melalui undangan pelatihan Belajar Menulis lewat grup WA. Beliau pun mendaftar dan bergabung di grup 8 dan 9.

Tantangan Prof.Eko

Sebagaimana Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd.SD, Pak Roma juga menerima tantangan menulis buku dalam waktu satu minggu dari Profesor Richardus Eko Indrajid. Tantangan itu diterima oleh guru bahasa Inggris yang mengajar di UPT SMA N 5 Tana Toraja ini. Dan beliau memilih judul Digital Transformasi, Berubah untuk Menguasai Dunia. Proses menulis yang dilakukan oleh Guru Berprestasi Tingkat SMA Kabupaten Tana Toraja tahun 2016 ini sama dengan yang dilakukan oleh Ibu There.

Ketika naskah yang ditulis oleh Bapak yang pernah bercita-cita menjadi wartawan bola ini dinyatakan lolos oleh Penerbit Andi, beliau menangis dan menelepon Prof. Eko untuk menyatakan terima kasih.

CLBK

Di kalangan kawula muda istilah CLBK /Cinta Lama Bersemi Kembali sangat populer. Sementara bagi pria yang pernah menjadi dosen tidak tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Toraja ini, CLBK merupakan sebuah ajakan sekaligus perintah untuk Coba, Lakukan, Budayakan, Konsisten. Sebuah frasa yang sederhana, namun sangat mengikat. Kalau Om Jay mengatakan Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi, maka Pak Roma pasang alarm bagi diri Tuailah hasil selama masih sanggup CLBK.

Bagaimanakah  CLBK versi penulis buku berjudul Flipper Classroom ini?

Coba

Memulai kadang susah, terutama dalam membangun ide lalu  mencurahkan kalimat demi kalimat. Mencoba berulang-ulang akan melatih kita memproduksi untaian kata-kata yang menghasilkan kalimat yang bermakna.

Lakukan

Setelah mencoba dan menemukan rasa serta keunikan tulisan, menulis harus terus dilakukan agar ide tidak mengendap seiring berlalunya waktu. Jika berhenti karena ada kendala, semangat menulis juga akan berhenti.

Budayakan

Menulis harus menjadi budaya. Menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Jadi, budayakan menulis setiap hari.

Konsisten

Tidak ada karya yang dapat terselesaikan dengan baik tanpa konsistensi. Memaksa menulis setiap hari adalah cara menjaga konsistensi. Minimal menulis tugas untuk siswa di blog atau upload gambar. Jika kesulitan menggembangkan ide, cari buku di olshop.

Jadi, jangan takut dengan CLBK. Menulis adalah proses kehadiran kita untuk membawa kabar baik tentang ilmu kehidupan. 




Komentar

  1. Bagus bu..semakin lama akan semakin terasah seperti untaian kata2 dalam novel hehehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Pak Roma. Semoga saya bisa konsisten menulis.

      Hapus
  2. Setuju bunda judulnya inspiratif bgt gitu loh

    BalasHapus
  3. hebat, inilah resume yg sesungguhnya, lanjut bu

    BalasHapus
  4. Mantap Bu, kata-katanya sangat tertata.

    BalasHapus
  5. Tulisan santai dengan gaya formal
    Apik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Pak Santo. Mana masukannya? Itu yang saya tunggu lho, Pak.

      Hapus
  6. https://muhammaddaripaditiaguruvirtual.blogspot.com/2020/08/oleh-muhamad-darip-aditia-s.html?m=1


    Mohon dukungan dan suportnya dari teman-teman dengan menuliskan komentar di kolom komennya🙏🏼🙏🏼🙏🏼

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah siap. Kita semua saling dukung nggih, Pak?

      Hapus
  7. Keren tegas dan jelas, lanjut Bu Endar

    BalasHapus
  8. Seperti yang di katakan pak udin.. mmg inilah resum sesungguhnya.. beda dg yang lainnya

    BalasHapus
  9. Seperti yang di katakan pak udin.. mmg inilah resum sesungguhnya.. beda dg yang lainnya

    BalasHapus
  10. Seperti yang di katakan pak udin.. mmg inilah resum sesungguhnya.. beda dg yang lainnya

    BalasHapus

Posting Komentar