Covid Mewabah, Berkah Menulis Melimpah

 Resume Ketujuh

Materi                    :  Motivasi dan Pengalaman Menulis

Narasumber           :  Noralia Norma Yunita, M.Pd.

Moderator             :  Bunda Kanjeng

Penulis Resume    :  Endartiningtyas Sulistiyo, S.Pd.

Pertemuan ketujuh kuliah online Belajar Menulis Bersama Om Jay, PGRI, dan Penerbit Andi bertepatan dengan peringatan ke-75 kemerdekaan Republik Indonesia. Narasumber cantik bernama lengkap Ibu Noralia PurwaYunita, M.Pd. ditemani oleh moderator yang sarat karya dan aktivitas, Bunda Kanjeng, membagikan pengalaman dalam menulis dan menerbitkan buku.

Bu Nora mengenal kegiatan  menulis sejak kuliah S1, diajak oleh kakak kelas untuk ikut lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Provinsi. Di balik keraguan beliau, ada juga rasa penasaran untuk mengikuti lomba.  Bermodal nekat dan otodidak, akhirnya Bu Guru yang aktif menulis di blog ini memutuskan untuk ikut walaupun sama sekali  belum memiliki pengalaman menulis. Ternyata karya putri pasangan Bapak Ali Achmadi, S.Pd. dan Ibu Noor Fatkhiyah, S.Pd.SD  yang bertajuk "Biskuit Pena (Petai Cina)  untuk Meningkatkan Gizi Anak Penderita Cacingan" ini meraih Juara 3 Tingkat Provinsi. Setelah itu, pemilik email noraliapurwa@gmail.com  ini ketagihan menulis dan ikut lomba.

Hanya berbekal belajar dari  kakak kelas dan dosen pembimbing, beberapa kali Bu Nora mengikuti lomba, beberapa kali pula meraih gelar juara. Dari hadiah juara itulah  lulusan S1 dan program magister Universitas Negeri Semarang ini dapat menyelesaikan kuliah S1 dan S2 secara gratis tanpa biaya karena seluruh biaya sudah tercover dari uang hadiah juara.

Tetapi semangat menulis sempat luntur setelah bekerja dan menikah. Kesulitan  mengatur waktu menjadi alasan bagi beliau untuk tidak menyempatkan diri berkarya lagi. Hal itu berlangsung hingga beliau pindah unit kerja. Di tempat tugas yang baru itulah beliau bertemu dengan teman kerja yang memantik semangat berkarya lagi. Dan puncaknya saat pandemi datang.

Bagi sebagian orang, pandemi covid 19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 dianggap sebagai musibah. Namun, tidak demikian bagi  Bu Nora. Pandemi justru membawa berkah yang melimpah bagi Ibu Guru yang mengajarkan mata pelajaran IPA dan Prakarya di SMP N 8 Semarang ini. Bagaimana tidak? Karena pandemi, beliau dapat mengenal Om Jay. Dan berawal dari keikutsertaannya dalam Kegiatan Belajar Menulis  Gelombang 8, dua karya beliau berhasil terbit. Karya pertama terpublikasi di Media Online Suara Guru PB PGRI. Disusul dengan tulisan kedua yang terbit di Majalah Geliat Gemilang Bandung. Bukan hanya itu, wanita kelahiran Kudus, 12 Juni 1989 ini juga merasa beruntung dapat berkolaborasi dengan Prof. Eko yang notabene penulis terkenal dan banyak karya.

Buku kolaborasi itu berjudul Digital Minset. Berisi tentang pola pikir digital yang dapat dikembangkan di berbagai aspek kehidupan. Sangat cocok di saat pandemi seperti ini. Di dalam buku itu juga dijelaskan bagaimanna pembelajaran digital, apa saja yang harus dipersiapkan, aplikasi yang dibutuhkan serta contoh RPP pembelajaran digital sehingga buku ini sangat penting sebagai bahan bacaan bagi bapak ibu guru.

Untuk menyelesaikan bukunya ini Bu Nora berusaha mengelola waktu dengan baik. Kegiatan menulis biasa beliau lakukan di atas  pukul 21.00 sehingga  tidak mengambil waktu dengan keluarga. Karena prinsip beliau menulis itu hobi. Hobi harus dilakukan dengan senang. Beliau senang. Keluarga juga senang. Beliau membatasi waktu menulis sampai pukul 23.00. Bila dikejar deadline , beliau menulis hingga pukul 24.00. Sebagai ganti waktu istirahat malam yang kurang, biasanya beliau sempatkan untuk istirahat sore/siang 30 menit sampai 1 jam sehingga tidak terlalu capek berkegiatan.

Rasa jenuh dalam menulis juga dirasakan oleh Bu Nora. Untuk  menyiasatinya, beliau  memberikan waktu libur 1-2 hari pada Minggu malam dan Rabu malam. Namun, waktu libur itu digunakan untuk hal bermanfaat lainnya yaitu mengisi konten chanel youtube media pembelajaran PJJ untuk siswa. Beliau tipikal orang yang tidak suka melakukan hal yang sama berulang-ulang. Sehingga jika terus menjadwalkan menulis, khawatir bosan.

Melihat drama Korea juga menjadi alternatif bagi beliau untuk mengusir kejenuhan. Bahkan biasanya beliau mendapatkan inspirasi dari hasil tontonan karena, menurut beliau, sebenarnya ide dapat datang dari mana pun termasuk dari film.

Selain menulis buku bersama Prof. Eko, Bu Nora juga membukukan hasil resume selama mengikuti kegiatan Belajar Menulis Gelombang 8. Tidak semua materi resume beliau masukkan ke dalam buku yang berjudul Jurus Jitu Menulis dan Berprestasi itu. Ada materi yang tidak dimasukkan karena tidak sesuai dengan outline resume yang berpatokan pada 2 W + 1 H , yaitu What, Why, dan How.

Bukan hanya  berbagi pengalaman menerbitkan buku di penerbit mayor, penulis Jurus 4 R : Mencatatkan Sejarah Lewat Tulisan yang mendapatkan apresiasi dan hadiah sebagai tulisan menginspirasi dari Penerbit Andi ini  juga berbagi tips menulis kepada para peserta pelatihan. Berikut tips dari Bu Nora cantik.

1.Ambil kesempatan yang ada

Ketika ada kesempatan dan mempunyai tulisan dengan tema yang dimaksud, langsung beliau kirim tulisan.

2. Beri target

Sesuaikan dengan outline yang selaras dengan tema. Misal outline 5 bab harus selesai 5 bulan. Berarti 1 bulan wajib  selesai 1 bab.

3.Catat referensi

Mencari referensi sesuai outline. Referensi boleh secara online maupun offline. Usahakan referensi terkini dan teraktual.

4. Disiplin Waktu

Ini yang biasanya sangat susah dilakukan. Terkadang outline sudah bagus, target sudah ada, referensi lengkap, tapi rasa jenuh dan malas datang. Akhirnya berhenti menulis. Solusinya, tentukan waktu tersendiri untuk menulis. Waktu bebas. Yang terpenting waktu ternyaman untuk kita berkarya.

5. Tulis

Menulis sesuai outline yang ada. Pada saat menulis, jangan terpaku buku kita harus terbit di penerbit mayor. Jika seperti itu, takutnya kita kecewa jika hasil tidak sesuai harapan. Nikmati saja alurnya, masalah penerbitan akan mengikuti.

Sebagai closing statement, sulung dari dua bersaudara ini membagikan satu kalimat yang sangat beliau suka. Menulislah, karena dengan menulis dan berkarya adalah caramu untuk hidup 1000 tahun bahkan beribu-ribu tahun lagi.





Komentar

Posting Komentar