Kalah Cacak Menang Cacak, Kalimat Sakti Pelecut Prestasi

Resume kesembilan

Materi                   :  Berbagi Pengalaman Berprestasi

Narasumber          :  Bapak Sigit Suryono,S.Pd., M.Pd.

Moderator             :  Bunda Kanjeng

Penulis Resume    :  Endartiningtyas Sulistiyo,S.Pd.

Figur orang tua sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak. Pembiasaan-pembiasaan baik yang ditanamkan orang tua akan membekas di sanubari anak. Itulah yang terjadi pada diri narasumber hebat kita malam ini.

Beliau adalah Bapak Sigit Suryono, S.Pd.,M.Pd. Bapak guru dengan segudang prestasi  yang pada pertemuan kesembilan kuliah online Belajar Menulis Gelombang 15 ini ditemani moderator cantik dan senior, Bunda Kanjeng.

Saat ini aktivitas pria kelahiran Sleman, 20 November 1976 ini adalah sebagai Duta Rumah Belaajar Kemdikbud, Duta Sains P4TK IPA, admin FB Komunitas Rumah Belajar Kemdikbud, Ketua MGMP IPA Kabupaten Gunungkidul, dan Pengurus PPII DIY mulai tahun 2020.

Prestasi tertinggi yang diraih oleh putra pasangan Bapak Giyono SW dan Ibu Wagiyem ini adalah Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat Nasional  Tahun 2015 sehingga mendapat penghargaan  penyerta seperti Anuggrah Gubernur DIY, Penghargaan dari Kemdikbud, Satya Lencana bidang Pendidikan  dari Presiden RI Tahun 2016, dan mendapat kesempatan belajar singkat ke Australia tahun 2016.

Prestasi tersebut beliau raih melalui sebuah perjuangan yang panjang. Pada masa sekolah, beliau adalah siswa yang tidak pernah dianggap dan jauh dari prestasi. Bahkan saat kuliah S1 di UNY, Pak Sigit yang mengambil jurusan pendidikan Fisika hampir drop out dan lulus dalam masa 7 tahun. Namun, nilai-nilai perjuangan, komunitas, dan kerja keras saat kuliah S1 bisa beliau terapkan setelah bekerja menjadi guru.

Mengapa demikian ? Karena saat menempuh kuliah S1 , beliau ikut organisasi kemahasiswaan sampai senat fakultas. Kemudian mempunyai usaha sablon dan rental komputer serta mengajar di beberapa sekolah.

Kegagalan dan rasa malu hilang saat beliau diterima menjadi pegawai negeri di SMP N 1 Wonosari tahun 2005. Di sekolah inilah semua ilmu dan pengalaman bisa diterapkan oleh Pak Guru  yang mengajar mata pelajaran IPA ini, dengan maksimal. Kesempatan akhirnya datang menghampiri ayah dari dua putra ini. Ketika ada kegiatan pemilihan simposium guru tingkat Provinsi DIY tahun 2006, beliau mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut walaupun masih CPNS. Sementara peserta yang lainnya adalah guru-guru pengurus MGMP setiap mapel di DIY.

Pengalaman menjadi peserta simposium tersebut membuat beliau sudah belajar dari awal untuk ikut berkompetisi dengan para senior yang sangat hebat dan sudah berpengalaman. Pengalaman dan ilmu yang mereka miliki beliau catat, pelajari, serta beliau tiru. Beliau mencoba melakukan pola ATM (Amati Tiru Modifikasi)

Jadi, untuk bisa menjadi orang yang berprestasi, yang dibutuhkan adalah: 1. Belajar sejak dini dengan orang-orang hebat. 2. Pelajari ilmu dari orang-orang hebat tersebut dengan model ATM (Amati Tiru Modifikasi).

Model ATM ini bisa diterapkan di mana pun sesuai dengan bidang dan kemampuan kita  masing-masing. Bagi penulis, untuk bisa menghasilkan buku yang hebat, dekatlah dengan para penulis. Bagi para programer, agar bisa hebat, belajarlah dari para programer lewat hasil karya mereka. Tentu sangat penting bagi teman-teman guru untuk mengetahui karakter diri sendiri, kemudian menentukan target, dan strategi yang tepat.

Ketika simposium itulah banyak ilmu yang bisa diserap dan ikut memengaruhi perjalanan karier Pak Sigit sampai saat ini. Banyak hal yang dapat dipelajari dari para ketua MGMP di seluruh provinsi DIY dan seluruh mapel yang hadir dalam kegiatan simposium tersebut. Antara lain, untuk menjadi juara dalam kompetisi harus memiliki produk yang unggul dibandingkan dengan kompetitor yang lain. Hal ini bisa dilihat dari karya tulis yang baik, kemudian karya tersebut berupa hasil penelitian yang relevan, dan tentu didukung oleh data dan presentasi yang baik pula.

Dari pengalaman tersebut Pak Sigit mencatat bahwa untuk mengikuti kompetisi apa pun, hal yang utama yang harus diperhatikan adalah:

 1. Memiliki karya yang unggul.

2. Karya tulis ilmiah yang dipersiapkan harus sesuai dengan gaya selingkung.

3. File presentasi harus baik.

4. Kesiapan mental saat presentasi.

5. Fokus presentasi pada naskah dan tidak boleh melantur.

Dari catatan di atas, beliau memberi saran agar kita selalu melakukan pendataan dan pengarsipan dengan baik. Saran beliau untuk teman-teman yang akan mengikuti ajang lomba  guru berprestasi adalah mempersiapkan rekam jejak atau portofolio. Karena itu yang paling utama. Beliau memiliki hampir semua surat undangan, surat tugas, dan juga bukti dokumentasi semua kegiatan sejak tahun 2006 s.d. 2015 yang beliau arsipkan daalam map dan beliau letakkan di rak ruang kerja beliau. Ini sangat membantu saat proses mengikuti lomba guru berprestasi.

Keberhasilan Ketua MGMP IPA Kabupaten Gunungkidul ini sebagai Juara 1 Guru Berprestasi Tingkat Nasional tidak serta merta langsung berhasil. Beliau sebenarnya selalu gagal di even-even sebelumnya. Kalau dilihat dari curiculum vitae, sebelum juara 1 gupres, beliau 7 kali gagal dalam ajang prestasi yang lain di tingkat nasional, seperti NITC tahun 2009. Beliau gagal karena tulisan kurang bisa diterima oleh juri (kurang menggigit). Inobel 2009, karya media beliau bagus sekali. Namun, beliau gagal karena tidak fokus dalam mempresentasikan karya, malah menceritakan siapa diri beliau. Tahun 2012, di ajang Ki Hajar, beliau kalah karena presentasi kalah dengan kompetitor. Sedangkan tahun 2013 di ajang FIG beliau kalah karena PTK beliau dianggap tidak memenuhi gaya selingkung. Di tahun yang sama, beliau baru menjadi juara 2 Gupres Tingkat Kabupaten. Tahun 2014, 2015 beliau kembali gagal dan gagal di ajang Mobile Edukasi.

Semua kegiatan yang sudah dilakukan beliau evaluasi dan beliau catat dalam jurnal kehgiatan di web http://cige.info. Web ini merupakan catatan jurnal Pak Sigit sejak tahun 2009. Awalnya melalui http://fisikasmp.wordpress.com

Beliau memang bukan penulis seperti para pemateri yang lain yang sudah menerbitkan banyak buku. Tetapi beliau juga menulis di web di http://ciget.info, http://inobel.id, http://dutasains. Ciget. info itu adalah web-web berbayar yang beliau miliki.

Kata mutiara yang sampai saat ini beliau pegang adalah kata-kata mutiara dari ibu beliau yang merupakan pensiunan guru SD. Kata mutiara "Kalah Cacak Menang Cacak" yang artinya kalah maupun menang merupakan hal yang biasa itu menjadi pelecut bagi beliau untuk mengikuti berbagai even perlombaan. Dengan dukungan dari orang tua, istri, dan anak-anak, setiap even lomba yang beliau ikuti pasti akan beliau lakukan dengan penuh perjuangan dan  tidak disiapkan dengan asal-asalan.

Setelah tahun 2015, prestasi nasional terasa lebih mudah dicapai karena perjuangan dan kegagalan dari masa-masa sebelumnya, seperti menjadi salah satu Peserta Terbaik Literasi Tingkat Nasional Tahun 2017, Duta Rumah Belajar Terinovatif Tahun 2018, Duta Sains P4TK IPA , dan juga prestasi terakhir adalah mendapat Anugrah Alumni Berprestasi Sarjana Adi Manggala bidang Pendidikan tahun 2020 pada saat Dies Natalis yang ke-56 UNY.

Sebelum mengakhiri pemaparan materi dan menjawab pertanyaan peserta kuliah online gelombang 15, Duta Rumah Belajar Terinovatif 2018 ini berbagi tips sebagai berikut :

Teman-teman yang akan mengikuti ajang kompetisi baik untuk diri sendiri maupun untuk anak didiknya , beberapa tips ini bisa dipakai :

1. Mempersiapkan naskah yang akan kita ikut lombakan dengan sebaik-baiknya (kecuali masih tahap awal karena hanya ingin mencoba berhasil/tidak ya gagal/tidak).

2. Karya yang akan kita ikutkan dalam lomba bukan karya yang instan artinya karya yang kita buat tidak maksimal karena hanya membuat karya saat akan ada lomba. Namun, siapkanlah  karya itu jauh hari bahkan mungkin 1 tahun pengerjaan yang di dalamnya  ada jiwa dan ruh kita, semangat kita.

3. Jika kita lolos ke nasional, perlu dilihat kembali apa sih yang akan dinilai saat  kita mengikuti lomba tersebut, apakah karyanya atau presentasinya (hal ini sangat penting saat kita mengikuti lomba).

4. Siapkan diri, pribadi, mental, dan juga fokus pada lomba.

5. Saat presentasi lomba, fokus pada materi yang akan kita sampaikan, jangan sampai keluar dan menyimpang dari presentasi yang kita siapkan karena akan banyak menyita waktu.

Bagi teman-teman yang akan mengikuti ajang guru berprestasi tingkat nasional, silakan baca tips untuk menjadi guru berprestasi tingkat nasional di web: http://ciget.info/?p=1438.




Komentar

  1. hebat, lanjut resume pertemuan berikutnya

    BalasHapus
  2. Bagus resumenya, semangat terus menulis. Salam literasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Pak Etik. Semoga Bapak pun selalu semangat untuk menulis.

      Hapus
  3. Baru bisa mendarat disini...
    Resume lengkap dan keren Bu

    BalasHapus
  4. Judulnya saja sudah buat penasaran...susunannya berurut..makasi jadi inspirasi saya

    BalasHapus

Posting Komentar