Mewujudkan Mimpi Bersama Penerbit Mayor

 Resume ketiga

Judul Materi        :  Berbagi Pengalaman Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor

Narasumber         :  Theresia Sri Rahayu, S.Pd.SD

Moderator            :  Mr.BamS

Penulis resume     :  Endartiningtyas Sulistiyo, S.Pd.

Jumat malam, 7 Agustus 2020 kuliah online ketiga disampaikan oleh Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd.SD dengan moderator juara, Mr.BamS. Mr.BamS membuka kegiatan dengan menjelaskan teknis perkuliahan, yaitu pemaparan materi dan sesi tanya jawab. Pertanyaan peserta dapat dikirim japri ke nomor Mr.BamS mulai pukul 19.45.

Mimpi Besar

Sebelum memulai perkuliahan, narasumber yang akrab dipanggil Mbak Tere ini mengucapkan terima kasih kepada Om Jay, Prof.Eko, dan Penerbit Andi yang telah mewujudkan salah satu mimpi terbesar  dalam hidup wanita kelahiran Kuningan, 13 September 1984 ini.

Ibu yang mengajar di SD N Waihibur ,Kabupaten Sumba Tengah NTT ini meyakini bahwa setiap orang mempunyai mimpi besar dalam hidupnya. Namun, tidak semua orang dapat mewujudkannya sehingga beliau merasa bersyukur karena tahun ini berhasil mewujudkan salah satu mimpi, yaitu menerbitkan buku di penerbit mayor.

Hari Rabu lalu Om Jay menghubungi Blogger Inspiratif dari Ikatan Guru TIK PGRI dengan Penerbit Andi Yogyakarta  ini untuk berbagi  mengenai "Pengalaman Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor " . Beliau pun bersedia. Bagi  beliau, Om Jay adalah sosok yang luar biasa yang sudah menularkan virus menulis dan memberikan kesempatan kepada Finalis Lomba Mathematics Teaching learning Model (MTLM) tingkat internasinal 2019 ini mendapatkan keajaiban menulis setiap hari.

Tantangan  Sang Profesor

Ibu dengan segudang prestasi ini  merupakan peserta kegiatan Belajar Menulis Gelombang 4. Dalam salah satu materi, para peserta ditantang oleh narasumber yang bernama Prof. Richardus Eko Indrajid. Tantangan yang diberikan adalah menulis buku dalam seminggu. Profesor Eko melelang topik buku dan meminta peserta memilih salah satu topik dengan langsung menuliskan nama peserta. Banyak topik yang diberikan oleh Prof. Eko  melalui chanel youtube ekoji chanel. Di chanel itu , setiap hari beliau melakukan live seminar dengan berbagai topik yang sangat menarik dan bermanfaat.

Penulis resume terbaik KSGN dan Pelatihan Belajar Menulis Bersama Om Jay ini merasa penasaran dengan topik Ubiquitous Learning dari sang profesor. Setelah membuka dan menyimak materi terkait topik tersebut,  beliau langsung mendaftarkan nama beliau  sebagai penulis buku, menyusun outline, dan berinteraksi langsung dengan Profesor Eko.

Profesor Eko menyetujui judul yang diajukan oleh pemilik email cikgutere@gmail.com ini dengan menambahkan kata ekosistem pada judul sehingga menjadi Belajar Semudah Klik, Membangun Ekosistem Ubiquitous learning dalam Konsep Merdeka Belajar. Prof.Eko sebagai penulis kedua.

Keesokan harinya Prof.Eko membuatkan cover buku itu dengan tujuan memotivasi guru-guru lain yang tergabung dalam grup WA Menulis Bersama Prof.Eko.

Telanjur Basah

Kesibukan Ibu Guru ini pun semakin bertambah. Selain menyiapkan draf buku juga menyusun LKS dan melakukan kunjungan ke rumah siswa (karena pembelajaran daring di daerah NTT tidak memungkinkan dilaksanakan ) serta melaksanakan kewajiban sebagai ibu rumah tangga.

Panik,stress, pusing pun makin dirasakan oleh wanita yang bersuamikan seorang petani ini karena dalam pertemuan secara virtual tanggal 25 April Prof.Eko menyampaikan bahwa ada sedikit perubahan yang harus dilakukan, yaitu jenis huruf menggunakan verdana, ukuran 10, spasi tunggal, ukuran kertas A5, jumlah halaman 100 halaman, jumlah bab paling sedikit 5 bab dengan index dan daftar pustaka dibuat otomatis.

Setelah dilayout dengan ketentuan di atas, jumlah halaman draf buku Bu Guru Tere hanya 60 halaman. Jadi, PR beliau sangat banyak. Di samping juga harus belajar cara membuat index dan daftar pustaka serta daftar isi otomatis. 

Bu Guru berambut panjang ini pun bergegas mencari tambahan 2 bab dan menulis lagi sampai100 halaman. Beliau meminta sang suami untuk membantu menyelesaikan penulisan buku. Saat sang istri menulis, sang suami membawa buah hati mereka bermain di luar. Malam hari ketika suami dan anak tidur, Cik gu Tere kembali menulis. Pagi hari sebelum beraktivitasdi dapur, beliau juga menyempatkan diri menulis.

Tanggal 4 April naskah harus masuk ke Penerbit Andi. Tanggal 20 Juni ibu Dwinita dari Penerbit Andi memberikan informasi bahwa proof buku Cikgu Tere akan dikirim.

Berbuah Manis

Tanggal 3 Juli 2020 penantian panjang pemilik blog https://www.cikgutere.com ini berbuah manis. Beliau menerima proof naskah buku berikut lampiran Surat Perjanjian Penerbitan dari Penerbit Andi. Dan buku bersejarah Belajar Semudah Klik , Membangun Ekosistem Ubiquitous learning dalam Konsep Merdeka Belajar itu menjadi bukti bahwa peserta belajar menulis bisa Menulis dan Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor.

Kuliah online yang luar biasa dari sosok wanita luar biasa  ini diakhiri dengan sesi tanya jawab. Enam orang penanya mendapat respon langsung, sedangkan sepuluh penanya yang lain akan dijawab secara japri karena alokasi waktu sesi yang tidak lagi mencukupi.


Komentar

  1. Semoga mimpi kita bisa terwujud bersama.. bagus bu resumenya

    BalasHapus
  2. Menarik. Resume yang terasa sebagai resume. Singkat, padat, mencakup substansi, dan pesan penulis tersampaikan. Lebih mearik dan "menggigit" jika subjudul dicetak lebih tebal dari uraian di bawahnya.
    Salam, sahabat menulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Bapak selalu berkenan memberi saran. Itu yang saya butuhkan. Terima kasih.

      Hapus
  3. Mantap bu, tetap semangat untuk menulis

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. Insya Allah, Bu. Mari kita kobarkan semangat bersama.

      Hapus
  5. Lengkap, uraian jelas. Semangat dan sukses untuk bu Endar...

    BalasHapus
  6. selalu ada kisah sukses yang inspiratif dan kita belajar dari kisah inspiratif ibu tere, semoga kita bisa menerbitkan buku setelah ikut kuliah online di PGRI, solidaritas yes

    BalasHapus
  7. siip, itulah resume yang sesungguhnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Pak Anwar. Semoga kita bisa seperti para narasumber hebat, bisa menerbitkan buku di penerbit mayor. Aamiin.

      Hapus

Posting Komentar