Ngobrol Asyik Bersama Prof.Eko

Resume Kesebelas 

Materi             :  Motivasi Menulis Buku

Narasumber    :  Prof. Richardus Eko Indrajid

Moderator       :   Bunda Kanjeng

Peresume        :   Endartiningtyas Sulistiyo 

Debaran jantung saya berpacu lebih keras sesaat setelah Om Jay membagikan profil narsum yang akan mengisi Kuliah Online pertemuan kesebelas malam ini. Sosok yang sebelumnya telah disebut-sebut oleh Bu Tere, Pak Roma, dan Bu Nora itu menimbulkan antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta, terutama saya, karena hampir semuanya penasaran, apakah malam ini sosok keren ini juga akan memberikan tantangan menulis kepada kami?

Siapakah sosok yang ditunggu-tunggu oleh peserta dengan debaran jantung lebih kencang itu? Ya, beliaulah Profesor Richardus Eko Indrajid. Profesor yang identik dengan ekoji chanel.

Berawal dari Kesepian

Profesor muda ini telah menerbitkan 50 buku. Sebagian besar dari buku-buku itu dipublikasikan dalam bahasa Indonesia dan ada beberapa dalam bahasa Inggris. Artikel dan jurnal yang beliau hasilkan sudah ratusan dan dishare ke mana-mana secara gratis.

Sarjana lulusan ITS ini sudah rajin menulis sejak semester 1 tahun 1988. Ketika itu beliau menulis karena kesepian. Untuk pertama kalinya harus kos jauh dari orang tua. Karena sering menulis, beliau jadi banyak teman. Teman-teman itu memberikan kesempatan untuk sharing mengenai banyak hal. Dan berkolaborasi menjadi langkah selanjutnya.

Karena mengambil jurusan Teknik Komputer, beliau sering menulis di majalah-majalah komputer. Artikel pertama beliau dimuat di Majalah Mikrodata-versi lawas.

Senang Membaca

Eko kecil senang membaca buku. Buku-buku favorit yang dibaca adalah karya-karya Karl May, RA Kosasih, Album Cerita Ternama, Cerita Lima Benua, Alfred Hitchcock, dan sebagainya. Majalah anak-anak seperti Bobo, Kuncung, Kawanku , dan lain-lain menjadi santapan sehari-hari waktu SD.

Waktu SMP dan SMA, sekolah beliau mewajibkan membaca karya sastra Indonesia dan membuat sinopsisnya. Karya sastra Indonesia itu seperti layar terkembang, Siti Nurbaya, Anak Perawan di Sarang Penyamun, dan sebagainya. Selama tiga tahun studi di SMA beliau memegang rekor pembuat 113 sinopsis dari karya-karya sastra Indonesia.

Karena belajar sastra, beliau membuat puisi, pantun, dan gurindam untuk menggoda dan mendekati calon istri. Alhasil , banyak membaca dan menulis membuat beliau berhasil menggaet artis sebagai istri.

Teladan Ayah

Kebiasaan menulis Prof.Eko terbawa dari lingkungan keluarga. Ayah beliau suka menulis karena tuntutan pekerjaan sebagai pegawai pemerintah . Setelah 35 tahun berkarya dan pensiun, beliau mengajak Prof.Eko untuk menulis bersama. Kurang lebih 10 buku lahir dari hasil kolaborasi ayah dan putranya ini. Sekarang di usia yang ke-79 ayah Prof.Eko sudah menulis 20 buku dan diterbitkan di mana-mana. Alasan ayah Prof. Eko menulis adalah agar tidak pikun, mencari kesibukan, dan bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitarnya.

Buku Paling Berkesan

Buku yang paling berkesan bagi Prof.Eko adalah buku pertama yang beliau tulis semenjak kembali ke Indonesia dari studi di Amerika. Ketika itu Indonesia sedang memasuki krisis 1998, dan mahasiswa S2 Binus mengalami kesulitan membeli buku-buku impor, semenjak membajak atau fotokopian dilarang oleh institusi. Akhirnya para mahasiswa di kelas beliau, meminta beliau untuk meringkas semua buku luar negeri yang dipakai kuliah S2. Jadilah buku pertama beliau yang berisi bunga rampai 50 ringkasan tulisan. Buku berjudul "Pengantar Konsep Dasar Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi " itu berkesan bagi Prof.Eko karena ternyata banyak sekali yang senang dengan buku itu. Sampai dicetak berkali-kali oleh Elex Media Komputindo. Dari situlah kemudian motivasi menulis beliau  menjadi meningkat pesat.

Motto Hidup

Profesor dengan berderet jabatan dan kegitan ini memiliki motto hidup "Cara menabung paling mudah adalah dengan cara membagi". Dengan menulis, beliau memberikan pikiran, walaupun sederhana kepada orang lain. Dengan demikian, tabungan jumlah teman dan jejaring beliau meluas. Dari situlah beliau mendapatkan warna-warni kehidupan yang tak terpikirkan sebelumnya. Bahkan cita-cita beliau untuk bisa berkeliling Indonesia atas biaya dari orang lain berhasil menjadi kenyataan karena menulis.

Menyelaraskan Kegiatan

Meskipun memiliki banyak jabatan dan aktivitas, beliau sangat produktif dalam menulis. Ternyata cara beliau menyelaraskan kegiatan menulis dengan berbagai kegiatan yang lain adalah menyiasati waktu. Beliau selalu menyempatkan menulis satu halaman sebelum tidur. Apa saja yang ada di pikiran, beliau tuliskan. Kalau satu hari satu halaman, berarti tiga bulan sekitar seratus halaman. Barulah diterbitkan dalam bentuk bunga rampai pikiran sebelum tidur.

Tips dan Trik Menulis dari Prof. Ekoji

1. Teknik mengawali tulisan itu mudah yaitu memakai bahasa obrolan dengan orang lain. Biarkan tulisan mengalir secara natural. Setelah jadi, baru pelan-pelan diedit. Kalau perlu, minta bantuan orang lain atau sahabat. "Ala Bisa Karena Biasa". Lama-lama kalau menjadi kebiasaan, walaupun kecil dan sederhana karya tulisnya, akan menjadi ketagihan. di Indonesia ada 275 juta orang, pasti akan ada yang membaca tulisan kita.

2. Menulislah dari hal-hal yang sederhana dulu. Tidak usah cari target yang muluk-muluk. Apalagi sekarang zaman internet, kita dapat mulai latihan dari blog, seperti yang dicontohkan oleh Om Jay.

3. Kalau ide mentok, buka youtube chanel atau mendengarkan orang lain bercerita mengenai topik yang akan kita tulis. Niscaya, kementokan tulisan segera mencair karena mendapatkan ide-ide segar baru.

Closing Statement

Untuk mengakhiri kulwap pertemuan kesebelas , Prof. Eko memberikan pernyataan penutup berikut ini 

"If you can dreams it, you can do it". Ayo bergabung ke September ceria, dan kita wujudkan mimpi bersama menjadi kenyataan....Dirgahayu Indonesia yang ke-75. Merdeka!




Komentar

  1. hebat bu, inspiratif bg saya 👍👍

    BalasHapus
  2. Banyak ilmu yg didaat bersama Prof Eko Indrajit

    BalasHapus
  3. Betul, Om Jay. Semua berkat Om Jay yang telah mengundang para narsum hebat. Barokallah. Semoga Om Jay sehat selalu. Aamiin.

    BalasHapus
  4. Semangat menulis bu.. kereen tulisannya

    BalasHapus
  5. Semangat menulis bu.. kereen tulisannya

    BalasHapus

Posting Komentar