Pancarkan Cintamu Dalam Tulisan
Resume Keduabelas
Materi : Menulis Dengan Cinta
Narsum : Alpiyanto,
Narasumber : Bunda Kanjeng
Peresume : Endartiningtyas Sulistiyo
Kuliah online pertemuan kedua belas menawarkan nuansa yang berbeda. Om Jay menghadirkan seorang praktisi pendidikan yang berfokus pada aktivasi daya hati para guru dan orang tua dalam membantu peserta didik yang "istimewa" dengan sentuhan kasih sayang dari pancaran hati yang ikhlas. Bersama moderator Bunda Kanjeng, Pak Alpiyanto memaparkan bagaimana menulis dengan cinta.
Tujuh Poin
Menulis dengan cinta minimal memuat tujuh poin, yaitu :
1. Pengalaman Hidup yang Selalu Teringat
Setiap orang memiliki pengalaman hidup yang membekas dalam ingatan atau memori jangka panjang, baik pengalaman itu menyenangkan atau sebaliknya. Semua itu merupakan refleksi dari cinta.
2. Perpaduan Dialog Batin dan Pengalaman
Pengalaman hidup itu merupakan perpaduan antara dialog batin dan realitas kehidupan dalam mengaktualisasikan diri untuk menemukan hakikat hidup.
3. Ada Nilai-Nilai yang Diperjuangkan
Dalam menemukan hakikat kehidupan, ada nilai-nilai yang diperjuangkan.
4. Ada pengorbanan
Cinta dan nilai-nilai yang diperjuangkan membawa konsekuensi pada pengorbanan, penderitaan, darah , bahkan air mata.
5. Ada Harapan
Pengorbanan yang berat tidak membuat surut ke belakang bahkan terus melangkah penuh keyakinan dan optimisme karena ada harapan yang memberikan energi, daya dorong, dan motivasi terkuat.
6. Ada Kerelaan
Tidak semua harapan menjadi kenyataan. Ada yang tidak dapat diraih. Adakalanya kita harus melepaskan , mengikhlaskan dengan rela, dan tulus.
7. Dikomunikasikan dalam Bahasa Cinta
Terinspirasi J.K.Rowling
Pengalaman itu perlu dikomunikasikan, baik secara lisan maupun tulisan, apapun latar belakang profesi kita. Sebagai bukti bahwa kita pernah hadir di bumi ini dan meninggalkan jejak untuk generasi berikutnya. Oleh karena itulah, menulis itu penting.
Menulis dengan cinta akan dibaca dengan cinta. Maka peliharalah cinta dalam menulis karena energinya dapat dirasakan oleh pembacanya. Energi cinta itu pula yang dirasakan oleh Founder dan Master Trainer Samudera Hati ini. Energi cinta dari JK Rowling yang kehidupannya penuh pengorbanan, kegagalan, dan penderitaan namun kemudian meraih kesuksesan yang luar biasa sebagai penulis kelas dunia, sampai juga ke hati Pak Alpiyanto dan menginspirasi beliau untuk melakukan hal yang sama. Menulis dengan cinta.
Latar belakang kehidupan yang penuh keprihatinan dan kegagalan serta kepribadian yang pemalu, pendiam, kurang bergaul, suka menyendiri, kurang PD, dan gagap ini membuat beliau termotivasi untuk mencari potensi lain dari diri sendiri. Motivasi itu makin menguat karena mengikuti Pelatihan Menulis dengan Bapak Andreas Hafera, ditambah lagi dengan membaca kisah hidup sang penulis Harry Potter.
Akhirnya menulis berhasil mengubah kepribadian pria yang telah menulis puluhan buku ini. Buku-buku yang beliau tulis banyak menceritakan pengalaman hidup beliau. Inilah beberapa judul buku yang beliau tulis : Menjadi Juara dan Berkarakter Mulia, Menjadi Guru yang Dirindukan Zaman Now, Aplikasi Pendidikan Karakter dan Pembelajaran yang Mencerdaskan Berbasis Hati Nurani, Membumikan Magnet Rezeki dalam Kehidupan Dunia yang Berubah, dan Hypno Heard Teaching, Rahasia Mudah Mendidik dengan Hati. Judul buku yang tertulis terakhir adalah buku pertama beliau yang telah direvisi tiga kali, dicetak hingga lima kali dan cetakan kelima itu sebanyak 31.000 eksemplar.
Bagi Pak Alfi , menulis dengan cinta itu memotivsi, menginspirasi, memberi solusi, dan mengedukasi secara spriritual. Kepada para peserta kulwap Belajar Menulis Gelombang 15 beliau berbagi langkah menulis dengan cinta.
1. Pilih pengalaman baik utuh maupun penggalan dari pengalaman yang dialami.
2. Buat bagian-bagian dari penggalan tersebut menjadi daftar isi.
3. Mulailah menulis dari daftar isi tersebut yang dianggap paling mudah.
4. Perkaya tulisan dengan cerita atau kisah
Pesan Bapak Alpiyanto
Teman-teman para penulis, biasakan menulis setiap ada ide yang dialami dalam keseharian kita. Ide-ide yang muncul secara tiba-tiba itu ibarat berlian yang bernilai bila ditindaklanjuti dengan menuliskan kembali. Tulis apa saja yang kita rasakan, yang kita alami, dan carilah orang untuk membimbing hingga menjadi karya buku. Bila diperlukan, in Syaa Allah saya bisa jadi teman diskusi. Selamat menulis dengan cinta.

Cinta.. Cinta.. Cinta..
BalasHapusMemang seru membicarakan Cinta
Apalagi sampai bisa menulis dengan CInta
Ayo Semangat Menulis
Keren Joss Resumenya Bu
Masih jauh di bawah njenengan. Terima kasih sudah hadir.
HapusAku padamu.
BalasHapusHihihi. Pak De, saya sulit menerjemahkan bahasa tulisan, Pak De.
Hapuslanjut bu.. semangat terus menulis..
BalasHapusTerima kasih supportnya, Bu. Ibu juga semangat terus, ya?
Hapushebat, lanjut bu
BalasHapusTerimakasih bu Endar.
BalasHapusTeruslah menulis, karena nanti ada momentum tertentu akan merasakan sesuatu yang keluar dari lubuk hati yang dalam hakekat kedirian kita sebagai penulis yang akan menjadi ciri khas tulisan sendiri.
Terima kasih Pak Alpi sudah berkenan memberikan support.
HapusSip bunda.. semangat terus.
BalasHapusTerima kasih, Bunda Yanti. Mari bergandengan tangan. Saling support, saling dukung.
HapusSemangat menulis utk jejak literasi
BalasHapusSiap. Terima kasih atas kunjungan Ibu.
HapusMantap ...resume yang penuh cinta
BalasHapus