TOJTRP : Langkah Jitu Menulis Buku
Resume kedelapan
Materi : Berbagi Pengalaman Menulis Buku
Narasumber : Bapak Akbar Zainuddin
Moderator : Ibu Kanjeng
Penulis resume : Endartiningtyas Sulistiyo
Bapak Ibu Guru hebat di seluruh penjuru nusantara, sebagai guru, kita dituntut untuk memiliki kompetensi menulis. Namun, seringkali kita mengalami hambatan dalam menuangkan gagasan ke dalam tulisan. Kita merasa memiliki banyak ide yang dapat ditulis. Akan tetapi, ketika mencoba menuangkannya ke dalam tulisan, karya kita itu tak kunjung selesai. Kemudian kita mencari pembenaran bahwa tidak selesainya tulisan itu karena kita terlalu sibuk. Hal ini pun saya alami, Bapak Ibu. Sehingga ketika malam pergantian tahun baru hijriah , seorang narasumber hebat menyampaikan materi Langkah-Langkah Menulis dengan TOJTRP , saya merasa mendapatkan solusi yang tepat untuk permasalahan yang selama ini saya alami.
Baiklah Bapak Ibu Guru hebat, saya akan membagikan langkah jitu menulis buku dari Bapak Akbar Zainuddin yang pada pertemuan kedelapan kuliah online Belajar Menulis Gelombang 15 ditemani oleh Ibu Kanjeng sebagai moderator.
Pak Akbar, penulis tiga belas buku ini berbagi langkah menulis buku yang beliau sebut dengan TOJTRP. Inilah uraian rinci tentang TOJTRP.
1.Tema (T)
Langkah pertama dalam menulis buku adalah menentukan tema. Setiap buku harus mempunyai tema besar. Baik itu buku fiksi maupun buku nonfiksi. Tema akan menjadi rel yang mengikat tulisan dari awal hingga akhir. tema cukup satu saja. Misalnya kerja keras, romantisme, cara belajar, dan sebagainya. Buku-buku Pak Akbar kebanyakan buku-buku motivasi. Berbeda dengan Asma Nadia dan Ahmad Fuadi. Asma Nadia, Novel. Ahmad Fuadi, novel tentang pesantren dan kerja keras.
Menurut Pak Akbar, tema buku berkaitan dengan branding sehingga hendaknya kita berusaha untuk fokus pada satu tema tertentu agar kita dikenal ahli dalam tema tersebut. Kalau temanya berubah-ubah, nanti orang akan bingung. Kita ini sebenarnya ahli dalam bidang apa?
2. Outline (O)
Langkah kedua dalam menulis buku adalah membuat outline atau daftar isi. Guna outline adalah agar tulisan kita terarah, agar kita bisa membuat jadwal dan target, menghindari "ngeblank" pada saat menulis, dan agar buku yang kita tulis bisa selesai.
Tanpa daftar isi, buku akan sulit selesai. Inilah salah satu hal penting yang sering diabaikan orang. Merasa sudah tahu apa yang ditulis, akhirnya tidak ada outline dan langsung menulis. Akibatnya tulisannya tidak terarah , "melenceng" dan lari ke mana-mana, tidak tahu jalan akhirnya. Bukunya tentu tidak akan selesai. Banyak ide bagus, tetapi yang jauh lebih bagus adalah ide yang difokuskan. Cara memfokuskan ide adalah dengan membuat outline.
How : Bagaimana cara mengembangkan Daftar Isi (outline)
Untuk Buku Nonfiksi
Gunakan prinsip dasar 5W dan 1H
Why
Pertanyaan why terkait dengan pengertian, definisi,pembagian, jenis-jenis, dan sebagainya. Why adalah tentang alasan (mengapa) buku ini ditulis, tujuannya dan manfaatnya apa.
How
How ini berbicara tentang bagaimana, tips and trick, strategi,langkah-langkah, dan sebagainya.
Contoh
Tema Santri dan Menulis
What
1. Santri dan keterampilan menulis.
2 .Keterampilan apa saja yang dibutuhkan agar bisa menulis.
3. Para ulama dan karya mereka di masa lampau
4. dan seterusnya.
Mengapa
1. Mengapa santri harus menulis?
2. Tujuan menulis.
3. Tantangan mengapa santri harus bisa menulis.
4. dan seterusnya.
How
1. Bagaimana cara menulis?
2. Bagaimana membangun disiplin menulis?
3. Tips and tick menjadi penulis
4. dan seterusnya
Bagaiman Membuat Outline untuk Buku Fiksi
Pertama : Who?
Siapa saja tokoh-tokohnya. Tentukan tokoh-tokoh yang akan menjadi bagian dari cerita. Misalnya ayah, ibu, teman, guru, dan sebagainya.
Kedua : Karakter
Gambarkan profil setiap tokoh dengan sifatnya masing-masing.
Ketiga : Plot atau Alur Cerita
Gambarkan alur cerita dari awal hingga akhir. Potongan ceritanya seperti apa, apakah happy ending, sad ending, dan sebagainya.
Contoh Outline Buku Man Jadda Wajada yang bertema motivasi umum, motivasi hidup
Why
1. Mengapa motivasi itu penting dalam hidup.
2. Motivasi apa yang membuat orang tergerak untuk berubah?
3. Apa tujuan hidup seseorang?
4. Mengapa orang harus berubah?
5. Dari mana perubahan itu bisa dimulai?
6. Apa saja yang harus diubah?
What
1. Apa itu sukses?
2. Langkah-langkah apa saja yang harus dijalani agar kita bisa sukses?
3. Potensi diri, kelebihan dan kekurangan.
4. Memahami bahwa sukses itu bisa kita dapatkan.
How
1. Bagaimana bermimpi besar.
2. Bagaimana membuat rencana (action plan).
3. Bagaimana berani memulai.
4. Menjadi kreatif.
5. Membangun momentum berubah.
6. Kapan harus memulai?
Selain memberikan contoh outline untuk buku Man JaddaWajada, beliau juga memberikan contoh outline buku Ketika Sukses Berawal dari Pesantren dan Uktub : Panduan Lengkap Menulis Buku dalam 180 Hari. Buku Uktub ini merupakan buku yang dikhususkan untuk panduan menulis buku dan rangkuman best practices Bapak Akbar Zainudduin sebagai penulis sekaligus motivator andal yang ingin ditularkan kepada kita semua.
Rahasia Akbar Zainuddin menjadi penulis sukses terangkum lengkap dalam buku ini. Semua pertanyaan dan keingintahuan tentang dunia penulisan , perbukuan, dan penerbitan dijawab secara lengkap dan jelas di buku ini. Beliau membagi buku ini menjadi tujuh bagian besar.
3. Jadwal (J)
Langkah ketiga dalam menulis buku adalah membuat jadwal. Buatlah jadwal penulisan.
Kalau daftar isi sudah dibuat, misalnya ada 30 judul artikel atau plot cerita, mulailah membuat jadwal secara riil. Katakan 1 tulisan selesai dalam seminggu, buatlah jadwal, dari 30 tulisan itu kapan mau selesai. Membuat jadwal akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi hasil tulisan kita.
Cara Membuat Jadwal
1. Buatlah tabel dengan empat kolom yang berisi no, judul artikel, target lama menulis, tanggal, keterangan.
2. Isi nomor
3. Isi judul artikel
4. Perkiraan berapa lama (berapa hari) artikel akan ditulis.
5. Buat sesuai tanggal yang ada saat ini.
6. Isi keterangan dengan apakah sudah selesai ditulis atau belum.
4. Tuliskan (T)
Langkah keempat adalah tuliskan.
Tuliskan sesuai outline dan jadwal. Disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak. Tulis dan selesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku pada satu tulisan sampai sempurna.
5. Revisi (R)
Langkah kelima adalah revisi.
Revisilah tulisan kalau semua draf sudah selesai. Jangan terpaku hanya pada satu judul sampai sempurna. Yang bisa direvisi adalah data dan informasi yang kurang, tata bahasa, gaya tulisan disamakan dari awal sampai akhir, judul-judul artikel. Buatlah judul-judul yang menarik.
6. Penerbit (P)
Langkah keenam adalah kirim ke penerbit.
Apa yang menjadi pertimbangan penerbit? Paling utama adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca. Apakah pembaca butuh buku kita ? Siapa yang butuh? Berapa banyak yang butuh? Buku kita menjawab kebutuhan apa? Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, peluang diterbitkan semakin besar.
Karena itu, sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, siapa yang kira-kira akan baca.
Hal kedua yang menjadi pertimbangan penerbit adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis. Apa kelebihan buku kita dari buku sejenis?
Pertimbangan ketiga dari penerbit. Apa yang akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran buku? Kita harus punya jawabannya. Misalnya iklan di medsos, seminar, pelatihan, diskusi buku, membangun komunitas, dan sebagainya.
Kita tidak perlu membayar ke penerbit. Bahkan kita mendapatkan ROYALTY 10 % dari buku yang terjual.
Cara mengirim naskah
1. Naskah harus sudah jadi.
2. Diprint, dikirim dengan hard dan soft copy dalam bentuk CD atau flash disc.
Kabar diterima atau tidak naskah kita oleh penerbit yang kita tuju, biasanya 3 bulan.
Setelah menjawab sepuluh pertanyaan dari para peserta pelatihan Belajar Menulis Gelombang 15, Pak Akbar memberikan pernyataan penutup. Bagi beliau, menulis adalah tentang membuat hidup kita lebih hidup. Menulis adalah tentang bagaimana membangunkan semua potensi dalam diri secara maksimal.
Beliau juga mengajak para peserta agar mulai malam ini meniatkan dan membangun komitmen akan memulai menulis agar lebih bermanfaat bagi diri, keluarga, anak didik, dan masyarakat secara luas. Tantangan terbesar adalah dari dalam diri . Semakin bisa mengalahkan diri, semakin cepat bisa menulis. Hilangkan semua kekhawatiran. Kalau sudah melangkah, semua kekhawatiran dan ketakutan akan hilang. Semua kembali pada diri kita. Apakah akan membuat perubahan atau membiarkan waktu terus berjalan dan mengalahkan kita.
Saatnya kita tidak hanya membaca kesuksesan orang lain. Saatnya menuliskan sejarah kesuksesan kita sendiri.
Semangat mbak...
BalasHapusYa. Masih semangat nih. Matur nuwun.
HapusSaya kira "warna" tulisannya sudah ada perubahan. Kelihatan lebih "relax". Benar tidak pendapat saya, hanya sang penulis yang bisa menjawabnya. Tapi soal rasa "lidah" konsumen yang akan memutuskan untuk membeli lagi atau tidak.
BalasHapusRenyah, enak, kriuk....kriuk...
Hehehe. Betul. Semoga makin hari makin terasa renyah.
HapusTetap Semangat bunda.
BalasHapus🤝📖Salam Literasi
Terima kasih, Bun. Insya Allah tetap semangat.
Hapussiiip bu Endar, lanjut
BalasHapusTerima kasih,Pak Anwar. Memang harus lanjut,Pak.Masih ada satu resume yang harus diselesaikan.
HapusPengin bisa membuat tema warna latarnya.. gimana caranya bu😊
BalasHapusEdit di tema,Bu.
Hapus👍👍👍👍
BalasHapusJempolnya banyak banget. Terima kasih ya,Bu.
Hapus