Bimbilon Pembentuk Karakter
Resume Ketiga belas
Materi : Guru Menulis dan Menerbitkan Buku
Narasumber : Ibu Mudafiatun Isriyah, M.Pd.
Moderator : Ibu Kanjeng
Peresume : Endartiningtyas Sulistiyo
Pembelajaran daring yang telah berlangsung hampir setengah tahun mulai menimbulkan kejenuhan pada siswa. Apalagi jika pembelajaran hanya berlangsung satu arah. Guru hanya memberi tugas untuk dikerjakan tanpa interaksi lain, misalnya pemberian umpan balik. Diperlukan terobosan -terobosan dalam kegiatan pembelajaran agar kejenuhan itu tidak berdampak negatif terhadap psikologis siswa. Di titik inilah dibutuhkan peran guru BK dengan sentuhan lembut dan kreativitas mereka.
Menjawab Kebutuhan
Menjawab kebutuhan itu, kandidat doktor dari Universitas Negeri Malang, yaitu Ibu Mudafiatun Isriyah,M.Pd., berkolaborasi dengan Prof.Eko, menulis buku berjudul "Implementasi Social Presence dalam Bimbingan Online". Buku edisi kedua tentang sosial presence ini membahas topik Konsep dan Model Bimbilon (Bimbingan Online) yang bermakna Social Presence. Buku edisi pertama membahas tentang implementasi Social Presence dalam kehidupan sehari-hari. Buku kedua ini memaparkan bagaimana refleksi Social Presence ranah Bimbingan Konseling dalam konteks perspektif komunikasi personal, interpersonal dan impersonal.
Mengandung Empat Unsur
Pendekatan secara psikologis amat
penting. Jadi, siswa tidak hanya disuruh, tetapi lewat materi guru bisa terasa
ada, terasa dekat sehingga siswa tidak enggan atau tidak bosan dengan gaya belajar secara virtual. Itulah sejatinya
Social Presence, menggugah interaksi antarsiswa, guru dengan siswa, guru dengan
orang tua, dilakukan pendekatan dengan cara memahami social presence.
Singkat kata buku ini mengandung 4 unsur yaitu unsur sikap dan tata nilai, unsur kemampuan implementasi, unsur penguasaan materi, serta unsur evaluasi dan reflektif. Keempat unsur tersebut sangat dibutuhkan kehadirannya saat kita mengajar. Capaian pembelajaran yang dipaparkan di dalamnya mengandung makna kehadiran sosial atau social presence siswa sekaligus refleksi sebagai wujud dari komitmen melaksanakan apa yang sudah diprogram, baik oleh guru maupun dari siswa sendiri. Semua ini terasa hadir saat kita belajar social presence sehingga siswa tidak merasa tertekan, bosan, jenuh, dll. dalam mengerjakan tugas dari guru.
Pengalaman Menulis Bersama Prof.Eko
Bagi Magister Pendidikan PAUD UNESA Surabaya ini, pengalaman menulis bersama Prof. Eko yang cetar merupakan pengalaman yang sangat unik dan menarik. Menemukan satu ide , membuat judul beserta kerangka tulisan dalam tujuh hari kemudian mengembangkannya menjadi ide yang reflektif dengan bahan ajar yang dimiliki lalu menjadi sebuah buku impian yang berkualitas. Kata Prof. Eko, dengan berpedoman 5W+1 H buku akan terangkai menjadi sebuah buku yang sempurna. Karena latar belakang Bu Muda adalah Ilmu BK, maka beliau mengaitkannya dengan ilmu BK.
Kiat Fokus Menulis
Bagi Bu Muda, menulis itu
mengasyikkan. Magnet besar dari Om Jay
yang membahana membuat ibu kelahiran
Lumajang, 21 April ini rajin menulis di blog. Tiada hari tanpa menulis,
meskipun setiap hari beliau sibuk di kampus untuk menyelesaikan tugas-tugas.
Sehingga pada saat ada tantangan menulis dari Prof.Eko, materi tinggal pilih di
blogger, ngintip ide dari sana. Nah, jadilah ide cerdas untuk mulai merancang
tulisan, ditambah pencerahan materi dari Prof Eko menjadikan beliau semakin
bersemangat untuk menyelesaikan tulisan dalam waktu 7 hari.
Bu Muda berbagi kiat agar kehadiran dan keaktifan siswa di kelas maya dapat 100%. Menurut beliau, seorang guru harus memahami bahwa ada perbedaan belajar secara tatap muka dengan virtual. Siswa membutuhkan layanan dan adanya interaksi pada saat komunikasi dengan mereka secara online. Dengan melakukan bimbingan online, akan ditemukan kuncinya bahwa kesulitan yang umumnya ditemukan, kalau di dalam buku ada teks berbasis impersonal, maksudnya tidak tampak secara nyata, maka dibutuhkan bimbingan yang dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu melakukan join together, motivating, building commitmens to implement, observing dan evaluation. Semua tahapan itu dijelaskan secara tuntas di buku "Implementasi Social Presence dalam Bimbingan Online".
Bimbingan online tidak harus menunggu siswa saat memiliki masalah karena sistem informasi bimbingan online merupakan produk yang utilitas dan efesiensinya dapat dipergunakan setiap saat. Fungsinya menyokong diberikannya layanan proses bimbingan dan penyebaran informasi yang sangat dibutuhkan oleh siswa. Bimbingan online secara profesional akan menjadikan satu kesatuan yang terintegrasi dalam bimbingan online dengan perkembangan kognitif siswa sehingga siswa yang sering tersentuh melalui bimbingan online akan berkembang sosial kognitifnya. Dalam teori dikenal dengan istilah kognitif behavioral. Jadi, siswa akan berkembang menjadi individu yang mampu mandiri, belajar sendiri tanpa ada paksaan dari manapun, apalagi belajar yang disuruh-suruh.
Manfaat Social Presence
Dalam video youtube dijelaskan bahwa social presence mewakili kehadiran kita, ada komunikasi untuk mengetahui kalau kita hadir, ada dan nyata, tidak remang-remang. Jadi, ada dengan tegas, menunjukkan kehadiran di dunia maya, misalnya menyapa, memberi salam, berinteraksi dalam diskusi. Social presence ini sangat dibutuhkan saat kita ada di dunia maya.
Manfaat social presence adalah ada interaksi, maka ada komunikasi. Dalam komunikasi ada sikap-sikap yang baik dan buruk. Social Presence akan menentukan sikap dan perilaku siswa, sehingga memunculkan ikatan hubungan timbal balik. Tujuannya Social Presence adalah meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang kita sampaikan, memahami tugas apa yang harus siswa kerjakan. Jika keduanya saling mengetahui dan memahami, akan tercapai ketuntasan kompetensi atau ketuntasan belajar.
Kesimpulan dari Bu Muda
1.Jadi kebutuhan akan social presence di dunia belajar virtual akan menjadikan interaksi yang positif dengan terdorongnya akan capaian dan tujuan pembelajaran tuntas, semua ada dalam motivasi social presence.
2. Keberhasilan siswa dalam belajar online banyak ditentukan oleh seberapa jauh siswa mencapai keberhasilan tersebut. Usaha belajar dengan waktu yang dihabiskan. Dan intensitas keterlibatan dalam kegiatan belajar tersebut.
Fungsi Social presence sangat
mendominasi saat belajar online.

Kreenn mbak.. ssya belum selesai lagi dehh resunenya...
BalasHapusSaya masih satu lagi. Semoga malam ini bisa tuntas. Aamiin.
HapusSehat selalu bu, smoga mnulisnya bisa selesai tepat waktu. Lanjut mnulis
BalasHapusAamiin. Terima kasih support dari Bu Yanti.
Hapus👍👍
BalasHapusTerima kasih, Pak. Mari terus semangat, Pak.
Hapus👍👍👍👍👍
BalasHapusTerima kasih atas barisan jempolnya, Bu Imas.
Hapus